kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan

Selasa, 12 Juni 2012



Penyakit – penyakit :
*    FENILKETONURIA
Fenilketonuria adalah penyakit keturunan yang disebabkan ketidakmampuan  , sebagai bahan protein pigmen melanin , tirosin juga fenil piruvat. Akibat tidak teruarinya fenilanin menjadi tirosin akan tertimbun dalam darah yang selanjutnya keliar dari tubuh bersama – sama urin dan biasanya disingkat PKU dari kata phenylketonuria. Kadar fenilanin yang berlebihan dalam darah                ( normal 30 mg per 100 ml darah ) menggangu perkembangan dan pekerjaan otak , sehingga penderita PKU mengalami lemah mental dan gangguan pigmentasi rambut. Gen penghalang enzim pengubah fenilanin menjadi tirosin bersimbul ph dan bersifat resesif. Genotif penderita PKU adalah phph , sedangkan normal PhPh atau Phph . PKU pertama kali ditemukan oleh Folling di tahun 1934.

*    TIROSINIS
Tirosinis adalah kelainan yang menyabebkan tubuh seseorang tidak terdapat enzim tirosin transaminase yang mengubah tirosn menjadi asam piruvat . Kelainan ini dibawakan gen resesif . Tirosin dapat siubah menjadi pigmen melanin , epinefrin , norefrinefrin dofamindan hormon tiroksin. Jika sadar tirosin darah tinggi menyebabkan penyakit pada hati , kejang pada otot , gemetar , serimg kacau kelakuannya , serangan jantung dan pipgmentasi kulit terganggu sehingga menjadi albino , sedangklan intelegensi normal.

*    ALKAPTONURIA
Alkaptonuria adalah penyakit karena tubuh tidak mempunyai enzim pengubah alkapton ( Asam homogensitin ) menjadi asamaseto asetat sampai menjadi H2O dan CO2 . Alkapton keluar bersama tubuh bersama urin dan berubah warna menjadi cokelat sampai hitam jika urine tersebut trerkena udara . Timbunan alkapton tersimpan pada tulang rawan , tendon juga persendian . Sehingga pada usia tua menimbulkan rasa nyeri di kaki dan di tulang punggung . Efek yag\ng lain adalah timbul noda hitam pada kulit bahkan bola mata , hidung dan telinga . Penyakit ini dibawakan gan resesif , ditemukan pertama kali oleh  A E  Garrot pada 1902 .




*    MAPLE SYRUP URINE DISEASE
Male syrup urine disease adalah anak dengan penyakit air kencing sirop maple tidak melakukan metabolisme asam amino tertentu . Sehingga produk asam amino bertambah , menyebabkan neurologic berubah , termasuk ketidak pedulian dan keterbalakangan mental. Karena produk sampingan ininjuga menyebebkan cxairan tubuh , seperti air kencing dan keringat , berbau sirop maple . Penyakit ini paling sering sering terjadi di antara keluarga – keluarga Mennonite.

*    HOMOSISTINURIA
Anak dengan homo sistinuria tidak dapat melakukan metabolisme asam amino homocystein ,dimana dengan adanya produk sampingan yang beracun , membangiun penyebab beberapa gejala, Gejala mungkin ringan atau hebat , bergantung pada cacat enzim tertentu. Bayi dengan kekacauan ini normal sewaktu  dilahirkan . Gejala pertama , termasuk dislokasi lensa mata , menyebabkan berkurangnya penglihatan sangat parah , biasanya mulai terjadi sesudah usia 3 tahun . Kebanyakan anak mempunyai kelainan tulang , termasuk osteoporosis , anak biasanya tinggi kurus dengan tulang belakang lengkung , tungkai memanjang , dan panjang jari seperti kaki laba – laba . Kekacauan psikiatrik dan tingkah laku dan keterbelakangan mental biasa terjadi. Homosistinuria membuat darah lebih mungkin secara apontan membeku , menghasilkan stroke , tekanan darah tinggi , dan banyak masalah serius lainnya.

*    TIROSINEMIA
Anak dengan tirosinemia tidak dapat secara komplit metabolisme asam amino tyrosine . Hasil sampingan asm amino ini bertambah , menyebabkan berbagai gejala. Pada beberapa negara bagian , kekacauan diketahui denagn skrining tes pada bayi baru lahir .
Ada dua macam utama Tirosinemia:
Ø Tirosinemia tipe 1
Anak dengan kekacauan ini biasanya menjadi sakit kadang – kadang dalam tahun pertama hidup itu dengan gangguan fungsi hati , ginjal , dan syaraf , menghasilkan sifat lekas marah , rakhitis , atau malah kegagalan hati dan kematian . Pembatasan tyrosine pada makanan sedikit menolong pada sebuah percobaan obat , dengan menghalangi produksi metabolit tang beracun , dapat menolong anak dengan tyrosinemia 1 . Sering , anak dengan tyrosinemia 1 memerliukan pencangkokan hati.
Ø Tirosinemia tipe 2
Anak terkadang – kadang mempunyai keterbelakngan mental dan sering mengalami luka pada kuli dan mata . Tidak seperti tyrosinemia 1 , pembatasan tyrosine pada makanan bisa mencegah masalah berkembang.
*    HISTIDINEMIA
Histidinemia disebabkan karena kekutrangan enzim histidase dibutuhkan untuk metabolisme asm amino histidin . Kondisi ini dapat menyebabkan hiperaktif , kesulitan bicara , keterlambatan perkembngan , kesulitan belajar , dan keterbelakangan mental.

*    HARTNUP’S DISEASE
Penyakit  ini mempengaruhi pembetukan asam amino yang merupakan bahan baku protein .  Penderita tidak mampu merubah asam amino triptofan menjadi niasinamid vitamin B . Sebagai akibatnya , mereka tidak dapat menyerap asam amino sebagaimana mestinya dari ususdan membuangnya melalui air kemih dalam jumlah yang berlebihan . Karena itu di dalam hanya sedikit mengandung asam amino . Suatu serangan sering didahului oleh keadaan status gizi yang buruk . Sebagian besar gejala jarang terjadi dan timbul karena kekurangan niasinamid . Ruam kulit akan muncul di bagian tubuh yang terpapar cahaya matahari. Sering terjadi keterbelakangan mental , postur tubuh yang pendek , sakit kepala , langkah yang goyah dan pingsan . Penderita bisa mengalami kelainan psikis.

*    GLISINURIA
Glisinuria  merupakan asam amino yang mudah menyesuaikan dengan berbagai situasi karena strukturnya yang sederhana. Sebagaimana misal glisina adalah satu-satunya asam amino yang internal pada helikskolagen, suatu protein struktural. Pada sejumlah protein penting tertentu, misalnya sitokrom c, mioglobin dan hemoglobin. Glisina selalu berada pada posisi yang sama sepanjang revolusi (terkonservasi). Penggantian glisina dengan asam amino lain akan merusak struktur dan membuat protein tidak berfungsi secara normal.
Glisina adalah asam amino nonesensial bagi manusia. Tubuh manusia memproduksi glisinuria dalam jumlah mencukupi. Glisinuria berperan dalam sistem saraf sebagai inhibitor neuro transmiter pada sistem saraf pusat (CNS).



*    HIPOROKSALURIA PRIMER
Hiperoksaluria primer adalah pembentukan batu ginjal dan nefrokalsinosis, pada tipe 1 atau 2 biasanya mulai sebelum umur 4 atau 5 tahun dan sering kali terus melanjutkan penjelekan yang mengakibatkan gagal ginjal.

*    HISTIDINEMIA
Histidinemia disebut juga sebagai histidinuria adalah langka autosomal resesif gangguan metabolik disebabkan oleh kekurangan dari enzim histidase. Histidase diperlukan untuk metabolisme asam amino histidin.

*    IMIDAZOL AMINO ACIDURIA
Imidazol amino aciduria ( gangguan metabolisme histidin ) adalah amoni acido pathy resesif autosomal karena kekurangan histidin amonialiase, ditandai dengan akumulasi histidin dalam serum dan eksresi urin histidin dan metabolik, tetapi biasanya jinak, dan dapat menyebabkan disfungsi sistem saraf pusat ringan.

*    PROLINEMIA
Prolinemia adalah salah satu dari beberapa amino acid opathies jinak daitandai dengan kelebihan prolin dalam cairan tubuh, lebih dari prolin dalam darah.

*    HIPERLISINEMIA
Prolinemia adalah salah satu dari beberapa amino acid opathies jinak daitandai dengan kelebihan prolin dalam cairan tubuh, lebih dari prolin dalam darah.

*    SISTINOSIS
Sistinosis adalah penyakit dimana terjadi abnormalitas pada cystine. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat langka dan belum bisa diobati sepenuhnya. Cystinosis merupakan penyakit turunan, dimana cystine diproduksi di dalam sel-sel tubuh secara berlebihan. Jika kelebihan cystine maka sel-sel akan memadat karena cystine akan saling bergabung dan membentuk kristal.

*    HIPERVALINEMIA
Hipervalinemia adalah penyakit yang sngat jarang terjadi. Metabolik memblokir ketoa ciduria rantai bercabang secara bersamaan mempengaruhi tiga asam amino, menunjukan adanya cacat metabolik dalam mekanisme umum.

*    ISOVALERIC ACIDEMIA
Isovaleric adalah alami asam lemak yang ditemukan dalam berbagai macam tumbuhan dan minyak esensial. Asam isovalerica cairan tidak berwarna bening yang sedikit larut dalam pelarut organik paling umum.